Nyanyi Sunyi di Metromini

17 Jan 2009

 

 

Selamat pagi Boss, rutinitas pagi di Jakarta buat saya tak lepas dari kehidupan di atas metromini. Suara bising, asap kotor kendaraan dan bau keringat bercampur dalam hiruk pikuk perjuangan manusia-manusia urban yang sama-sama mencoba bersahabat dengan kenyataan yang tak seindah impian mereka. Ah saya mencoba rileks saja Boss sambil menyandarkan badan di kursi metromini yang terasa cukup keras untuk punggung saya ini. Sejenak saya mulai terkantuk sisa kurang tidur akibat begadang semalam, serta mencoba beramah tamah dengan ketidaknyamanan ini. Mata saya tiba-tiba terantuk pada sosok lusuh yang baru saja berdiri di depan pintu menghadap penumpang, ya kami semua ini Boss.Wajahnya layu, ah saya pikir tidak beda seperti pengamen metromini yang bermodalkan tepukan tangan saja. Tetapi Boss ada yang beda, di dadanya ditempel sebuah kertas dengan tulisan SAYA SEDANG MENYANYI, dan tak berapa lama dia mulai bertepuk lirih sementara mulutnya bergerak seolah-olah ingin bersuara tapi terlalu lirih sekali tak mampu menyaingi riuh rendah suara bising kendaraan bermotor yang saling berpacu.

 

 

Ya ampun Boss, apakah ini sebuah panggung satir mutakhir sebuah kisah absurd drama kenyataan hidup yang begitu keras di kota ini. Apakah Boss merasakannya? Cobalah Boss sekali-kali menengok ke jalanan sana..


TAGS satir sosial urban metromini miskin


-

Author

arixx world
@arixx

Follow Me


Arsip