August 8th, 2009

Facebook Mas Sarkowi

Sejak di kost Mas Sarkowi ada sambungan internet dan laptop, saya jadi jarang ngeliat mukanya yang ndeso itu nongkrong, ngopi dan makan di warung indomie mang oyop, padahal hampir tiap malem apalagi kalo ada siaran langsung sepakbola Manchester United wah pasti Mas Sarkowi setia begadang di warung indomie mang Oyop. Akhirnya saya main ke kostnya yang sempit tapi sudah ada internetnya dan juga laptopnya itu. Haaa ternyata Mas Sarkowi yang ndeso itu sudah keranjingan Facebook, katanya sih ini baru hebat! Mas Sarkowi bisa kenalan sama cewek-cewek cantik dan artis hingga dia selalu rajin minta di add sebagai teman di Facebook,..ooh mas Sarkowi ….. kapan kita nonton MU lagi di warung mang Oyop mas?

facebook-ok-web

“Ciri utama (posmodernisme) adalah munculnya bentuk baru kedataran dan kedangkalan, sebuah bentuk baru kecintaan akan permukaan.”
Fredric Jameson (1991), Postmodernism, Or The Cultural Logic of Late Capitalism

August 3rd, 2009

Sekolah Bukan Penjara Boss

Jika sekolah biayanya mahal, jika sekolah membuat murid takut tidak lulus, jika sekolah hanya menjadi alat bisnis mengeruk keuntungan, jika sekolah hanyamembuat muridnya mati diplonco kakak kelasnya, jika sekolah tidak lagi membebaskan muridnya, lantas apa nama nama yang cocok untuknya boss?

sekolahku-web

June 26th, 2009

Mereka yang Berdebat atas nama rakyat Boss!

Pilpres kali ini katanya lebih demokratis ya boss? capres dan cawapresnya sudah berani adu debat di TV.  Setelah mengikuti seri debatnya benar-benar teratur aman dan terkendali sepertinya jangan sampai ribut  (biar beda yang penting harmonis cari aman aja) padahal kalau mau lihat reality show di TV sekarang ini banyak yang menjual debat kusir saling memaki (entah benar-benar reality atau bo’ongan dari yang termehek-mehek hingga adu jotos komplit deh). Para Capers/Cawapres yang terhormat yang sedang berdebat tentang konsep mereka masing-masing atas nama rakyat, atas nama kemakmuran rakyat atas nama kesejahteraan rakyat… coba sekali-kali tengok rakyat kecil yang berdebat tapi bukan soal konsep, melainkan soal kenyataan bagaimana perut harus kenyang hari ini,… soal periuk nasi yang sudah senin-kemis begini. Boss, apa yang ada di pikiran boss melihat orang-orang lapar berdebat? silahkan bayangkan sendiri ya boss konsep yang ada di pikiran mereka.

debat

Saya melihat dari kejauhan Sopir metromini dan tukang ojek berdebat di jalan…. hey apa ya kira-kira yang mereka perdebatkan?

April 11th, 2009

Mimpi Buruk di Hari Pemilu

Pagi cerah, hari libur, rakyat yang baik bergegas nyontreng di hari pemilu lima tahun sekali, ah badan kok penat Boss, mata ngantuk saya lebih baik tidur karena tidak terdaftar untuk ikut nyontreng, hmmm enaknya. Dalam tidur saya berjumpa dengan hantu golput yang menyapa ramah, oh seperti hendak mengajak saya ke surga saja.  Hantu golput itu lucu mirip casper melayang kesana kemari,…eh kok saya jadi mimpi aneh ya boss. Tapi tak berapa lama ada bayangan hitam yang jauh lebih sangar dan berkesan seperti iblis…auw mimpi burukkah saya boss… sosok hitam itu menyeringai menampakkan taringnya sementara hantu Golput spechless dan tak bergerak menatap sosok hitam dengan tulisan besar di badannya GOLRUP…  oh saya paham ini adalah hantu Golrup (GOLONGAN KORUP)…kolega hantu Golput. Hantu Golrup itu sosoknya terus membesar jauh melampaui hantu Golput,… aduh Boss semoga ini bukan pertanda lima tahun lagi negeri kita ini akan dibayangi hantu GOLRUP!!

golrupweb1

hantu Golongan Putih VS hantu Golongan Korup
hasil quick count kok menang Golrup nih?

golrupweb2

“Ngeri mana boss? Golput apa Golrup?”

January 28th, 2009

The Copets is in the Bus!

thecopets.jpg

Copetnya yang mana Boss? coba tebak….

January 17th, 2009

Nyanyi Sunyi di Metromini

Selamat pagi Boss, rutinitas pagi di Jakarta buat saya tak lepas dari kehidupan di atas metromini. Suara bising, asap kotor kendaraan dan bau keringat bercampur dalam hiruk pikuk perjuangan manusia-manusia urban yang sama-sama mencoba bersahabat dengan kenyataan yang tak seindah impian mereka. Ah saya mencoba rileks saja Boss sambil menyandarkan badan di kursi metromini yang terasa cukup keras untuk punggung saya ini. Sejenak saya mulai terkantuk sisa kurang tidur akibat begadang semalam, serta mencoba beramah tamah dengan ketidaknyamanan ini. Mata saya tiba-tiba terantuk pada sosok lusuh yang baru saja berdiri di depan pintu menghadap penumpang, ya kami semua ini Boss.

Wajahnya layu, ah saya pikir tidak beda seperti pengamen  metromini yang bermodalkan tepukan tangan saja. Tetapi Boss ada yang beda, di dadanya ditempel sebuah kertas dengan tulisan “SAYA SEDANG MENYANYI”, dan tak berapa lama dia mulai bertepuk lirih sementara mulutnya bergerak seolah-olah ingin bersuara tapi terlalu lirih sekali tak mampu menyaingi riuh rendah suara bising kendaraan bermotor yang saling berpacu.

menyanyi.jpg

Ya ampun Boss, apakah ini sebuah panggung satir mutakhir sebuah kisah absurd drama kenyataan hidup yang begitu keras di kota ini. Apakah Boss merasakannya? Cobalah Boss sekali-kali menengok ke jalanan sana…..

Next Page »